Kamis, 14 Mei 2020

Encapsulation OOP



 
 Encapsulation adalah sebuah konsep Object Oriented Programming digunakan untuk membungkus data dan fungsi, untuk menjaga tetap terjaga agar tidak adanya penyalahgunaan. Konsep encapsulation menyebabkan sebuah konsep OOP yang bernama “Abstraction” atau “Data Hiding”. 
Encapsulation adalah sebuah teknik untuk membuat antar muka dan menyembunyikan mekanisme atau isi secara menyeluruh terhadap pengguna, dengan hal itu pengguna tidak diperbolehkan untuk mengakses data yang disembunyikan secara langsung. tapi bisa menggunakan dan memahami dengan mudah berdasarkan antar muka yang telah disediakan.
Pada dunia nyata kita dapat ambil contoh sebuah Remote TV untuk menggambarkan encapsulation. Apa yang kita liat pada Remote TV adalah sebuah bentuk dan banyak tombol di atasnya. Encapsulation pada Remote TV adalah dimana mesin atau mekanisme cara kerja dan data yang dimiliki Remote tersembunyi pada kulitnya yang keras, dan kita dilarang untuk membongkar, mengakses, memodifikasi secara langsung. Dan apa yang bisa kita gunakan adalah tombol-tombol yang telah disediakan untuk memberi perintah kepada Remote TV melakukan pekerjaanya.
Contoh program Encapsulation
#include <iostream>
using namespace std;
class remoteTV{
private:
    string tombolNo[10];
public:
    void setTombolNo(int i, string value){
        tombolNo[i] = value;
    }
    string getTombolNo(int i){
        return tombolNo[i];
    }
};
int main(){
    remoteTV ruangTamu;
    ruangTamu.setTombolNo(0, "Channel BCPP");
    ruangTamu.setTombolNo(1, "Channel BelajarCPP");
    ruangTamu.setTombolNo(2, "Channel CPP");
    ruangTamu.setTombolNo(3, "Channel C");
    cout<<ruangTamu.getTombolNo(0)<<endl;
    cout<<ruangTamu.getTombolNo(1)<<endl;
    cout<<ruangTamu.getTombolNo(2)<<endl;
    cout<<ruangTamu.getTombolNo(3)<<endl;
   return 0;
Pada contoh program di atas menggunakan konsep Encapsulation dimana kita tidak bisa dengan mudah mengakses variabel tombolNo secara langsung, dan harus menggunakan perantara menggunakan fungsi yang dinamakan teknik “Setter dan Getter”. 

Syarat Encapsulation

Setelah penulis contohkan di atas, untung mengimplementasikan sebuah konsep encapsulation, dibutuhkan syarat sebagai berikut: Data dan fungsi yang disembunyikan harus berlabel private atau protected(jika dibutuhkan untuk hubungan antar class), agar tidak bisa diakses secara sembarang dan disalahgunakan.
Data dan fungsi yang digunakan untuk antarmuka harus berlabel public.

Mengenal Getter and Setter pada Java programming

Getter dan setter digunakan untuk secara efektif melindungi data Anda, terutama saat membuat kelas. Untuk setiap variabel, metode get mengembalikan nilai, sedangkan metode set, meng set kan nilai. 
Getter mulai dengan get, lalu diikuti dengan nama variabel, dengan huruf pertama dari nama variabel dikapitalisasi.
Setter mulai dengan set, diikuti dengan nama variabel, dengan huruf pertama dari nama variabel dikapitalisasi. 
Contoh kelas pakai Getter dan Setter
 /**
@Author Firman Hidayat
 **/
public class ContohKelasPakaiGetterSetter {
    private String nim;
    private String nama;
    protected String alamat;
    protected String jurusan;
    public String getNim() {
        return nim;
    }
    public void setNim(String nim) {
        this.nim = nim;
    }
    public String getNama() {
        return nama;
    }
    public void setNama(String nama) {
        this.nama = nama;
    }
    public String getAlamat() {
        return alamat;
    }
    public void setAlamat(String alamat) {
        this.alamat = alamat;
    }
    public String getJurusan() {
        return jurusan;
    }
    public void setJurusan(String jurusan) {
        this.jurusan = jurusan;
    }
}

Contoh kelas pemanggil Getter dan Setter

/**
@Author Firman Hidayat
 **/
public class KelasPemanggilGetterSetter {
    public static void main(String[] buaya) {
        // Mengeset nilai atribut objek-objek instance kelas
        // ContohKelasPakaiGetterSetter
        ContohKelasPakaiGetterSetter objekKelas_1 = new ContohKelasPakaiGetterSetter();
        objekKelas_1.setNim("AAA111");
        objekKelas_1.setNama("PAK BEYE");
        objekKelas_1.setAlamat("Cigondewah");
        objekKelas_1.setJurusan("Ilmu Palak");
        ContohKelasPakaiGetterSetter objekKelas_2 = new ContohKelasPakaiGetterSetter();
        objekKelas_2.setNim("BBB222");
        objekKelas_2.setNama("ANI YUDO");
        objekKelas_2.setAlamat("Cikawao");
        objekKelas_2.setJurusan("Ilmu Pertanian");
        // Mengambil nilai atribut dari objek-objek instanc kelas
        // ContohKelasPakaiGetterSetter
        String nim_1 = objekKelas_1.getNim();
        String nama_1 = objekKelas_1.getNama();
        String alamat_1 = objekKelas_1.getAlamat();
        String jurusan_1 = objekKelas_1.getJurusan();
        String nim_2 = objekKelas_2.getNim();
        String nama_2 = objekKelas_2.getNama();
        String alamat_2 = objekKelas_2.getAlamat();
        String jurusan_2 = objekKelas_2.getJurusan();
        // Tampilkan output nilai atribut setiap objek
        System.out.println("NIM  : " + nim_1 + "\tNAMA  : " + nama_1
                + "\tALAMAT  : " + alamat_1 + "\tJURUSAN  : " + jurusan_1);
        System.out.println("NIM  : " + nim_2 + "\tNAMA  : " + nama_2
                + "\tALAMAT  : " + alamat_2 + "\tJURUSAN  : " + jurusan_2);
    }
}

Bila kelas KelasPemanggilGetterSetter ini dieksekusi, menghasilkan output seperti ini:
NIM  : AAA111   NAMA  : PAK BEYE    ALAMAT  : Cigondewah    JURUSAN  : Ilmu Palak
NIM  : BBB222   NAMA  : ANI YUDO    ALAMAT  : Cikawao   JURUSAN  : Ilmu Pertanian

Coba kita tinjau kelas ContohKelasPakaiGetterSetter. Dalam kelas ini terdapat tiga buah atribut:
nim           –> akses level: private
nama        –> akses level: private
alamat      –> akses level: protected
Jurusan   –> akses level: protected

Kemudian terdapat method getter dan setter yang akses levelnya diset public.
public String getNim()            —> ngambil nilai atribut nim
public String getNama()         —> ngambil nilai atribut nama
public String getAlamat()       —> ngambil nilai atribut alamat
public String getJurusan()     —> ngambil nilai atribut Jurusan
public void setNim(String nim)               —> mengeset nilai atribut nim
public void setNama(String nama)         —> mengeset nilai atribut nama
public void setAlamat(String alamat)    —> mengeset nilai atribut alamat
public void setJurusan(String jurusan)  —> mengeset nilai atribut Jurusan

Sekarang kita perhatikan kelas KelasPemanggilGetterSetter. Kelas ini tidak secara langsung mengakses atribut pada kelas ContohKelasPakaiGetterSetter. Untuk mengaksesnya digunakan method getter dan setter yang sudah disediakan di kelas ContohKelasPakaiGetterSetter. Ini contohnya:
ContohKelasPakaiGetterSetter objekKelas_1 = new ContohKelasPakaiGetterSetter();
objekKelas_1.setNim(“AAA111”);
objekKelas_1.setNama(“PAK BEYE”);
objekKelas_1.setAlamat(“Cigondewah”);
objekKelas_1.setJurusan(“Ilmu Palak”);

Untuk mengambil nilai atribut digunakan method getter:
String nim_1 = objekKelas_1.getNim();
String nama_1 = objekKelas_1.getNama();
String alamat_1 = objekKelas_1.getAlamat();
String jurusan_1 = objekKelas_1.getJurusan();

Komentar

Postingan Populer

Google Rilis Situs Web Khusus Covid-19

 
Perusahaan teknologi mesin pencari Google akhirnya merilis situs web khusus virus corona (Covid-19). Sejatinya situs ini meluncur pada 17 Maret lalu. Warga dunia dapat mengakses situs milik Google itu di alamat https://www.google.com/covid19/.
"Kami menyediakan akses mudah ke informasi yang berasal dari sumber terpercaya untuk meluncurkan situs web google.com/covid19. Situs ini difokuskan untuk memberikan edukasi hingga cara mencegah agar tidak terinfeksi Covid-19," tulis Direktur Manajemen Produk Google Search, Emily Moxley dikutip blog resmi Google.
"Situs bakal tersedia lebih banyak bahasa dan akan diperbarui dalam beberapa hari mendatang. Kami berharap situs ini dapat membantu orang menemukan jawab atas pertanyaan yang mereka ajukan terkait Covid-19," sambungnya.
Pada halaman beranda situs, terdapat sejumlah opsi yaitu:
  1.  Health information (Informasi Kesehatan)
  2. Safety & prevention tips (Kiat-kiat Keselamatan dan Pencegahan)
  3. Data & Insights (Data dan Wawasan)
  4. Resources to help (Sumber Daya untuk Membantu)
  5. Support relief efforts (Mendukung Upaya Bantuan)
  6. Latest from our blog (Terbaru dari Blog Kami)
Pada bagian opsi pertama, pengguna disuguhkan dengan apa itu Covid-19 dan apa saja gejalanya.
Lalu, pada opsi kedua, pengelola memberikan informasi pencegahan agar tidak terinfeksi virus corona SARS-Cov-2. Ada lima hal yang mesti dilakukan, yaitu:
  1. Hands Wash them often (sering mencuci tangan)
  2. Elbow Cough into it (ketika batuk, tutup mulut menggunakan siku)
  3. Face Don't touch it (jangan menyentuh muka)
  4. Space Keep safe distance (jaga jarak)
  5. Home Stay if you can (berdiam diri di rumah)
Opsi data dan insight, pengguna disuguhkan dengan peta persebaran Covid-19 di seluruh dunia. Data ini terus diperbarui, misalnya di Indonesia sudah ada 579 pasien positif Covid-19. Selain itu, Google juga menyediakan rekomendasi video bagi pengguna yang tengah mengisolasi diri di rumah atau sedang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Misalnya, tips dan trik melakukan kerja di rumah. Lalu, pengguna juga bisa mendonasikan sebagian uang mereka untuk membantu tenaga medis di seluruh dunia saat menangani pandemi Covid-19. Perusahaan teknologi AS lainnya pun mengikuti langkah Google, Microsoft yang digawangi Satya Nadella ini membuat dashboard khusus untuk melacak wabah Covid-19.
Microsoft melengkapi data itu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), dan Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC).

Komentar

Postingan Populer

Teknologi Terbaru di Bidang Medis

Teknologi telah mengubah cara kita dalam menjaga kesehatan.Kini, lebih mudah bagi kita untuk mengakses info kesehatan dibanding sebelumnya, seperti tips makanan apa saja yang harus dimakan, cara menjaga kebugaran tubuh, dan sebagainya. Info tersebut bisa kita dapat dari internet seperti article dan social media, atau bahkan kini telah terdapat aplikasi yang bisa membantu kita untuk bisa menjalani hidup dengan sehat, seperti aplikasi yang memandu kita untuk melakukan olah raga yang benar dan penghitungan kalori bagi yang sedang menjaga pola makan. Dan bahkan kini sudah ada jam tangan pintar seperti Apple Watch yang dapat memantau aktifitas kita sehari-hari.

Tetapi di luar itu, apakah kamu tau bahwa terdapat teknologi kesehatan lainnya yang dapat membuat kehidupan kita menjadi lebih baik?
Berikut, adalah 5 teknologi kesehatan canggih yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya.
1.  Pelatihan Virtual Reality

Menurut Digital Authority Partners, salah satu teknologi perawatan kesehatan paling luar biasa yang tersedia di pasaran saat ini adalah pelatihan dokter spesialis melalui modul realitas virtual. Tentu kita semua tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melatih seorang dokter, dan latihan serta ujian tanpa akhir yang harus mereka lalui sebelum mereka memenuhi syarat untuk melakukan operasi penyelamatan jiwa. Seiring waktu berjalan, pelatihan tersebut bisa jadi semakin mahal, baik bagi siswa maupun lembaga pendidikan yang harus berinvestasi untuk melatih dokter muda.
Merek farmasi terkemuka Johnson & Johnson (J&J) mengubah cara dokter berlatih dengan memanfaatkan teknologi Medical Virtual Reality (VR). J&J telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merancang dan mengembangkan simulator VR interaktif baru yang saat ini memiliki 3 modul pelatihan yang dirancang untuk membantu operasi ortopedi. Dokter dapat belajar bagaimana melakukan penggantian pinggul total, penggantian lutut total, dan operasi patah tulang pinggul dengan menggunakan teknologi VR. Laporan awal menunjukkan bahwa 80% ahli bedah yang telah mencoba teknologi ini ingin menggunakannya untuk pelatihan mereka sendiri, dan 92% di antaranya akan merekomendasikan teknologi ini kepada rekan mereka sesama dokter.
2. Pencetakan Tulang 3D 

Penggunaan 3D print telah dijadikan sebagai solusi untuk menghemat waktu dan uang selama proses produksi, seperti contohnya kini telah ada 3D printing untuk membangun rumah dan gedung lho. Di tambah lagi, biaya peralatan pencetakan 3D kini telah turun secara signifikan.
Nah, Universitas Arizona kini telah berhasil membuat pencetakan tulang 3D menjadi kenyataan lho, dan berharap bahwa bioprinting 3D akan menjadi solusi bagi pasien yang mengalami patah atau kehilangan segmen tulang dalam beberapa dekade mendatang. Tentu untuk saat ini kamu belum bisa mencetak tulang baru setiap kali kakimu patah, tetapi dalam beberapa keadaan, pencetakan 3D menawarkan ketepatan dan kecepatan yang dibutuhkan untuk merawat pasien ketika mereka membutuhkan cangkok tulang baru, di mana teknologi kesehatan canggih ini dapat membantu veteran dan pasien yang cedera untuk hidup lebih layak dan lebih aktif.
3. Deteksi Sleep Apnea

Sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Seattle telah mengembangkan sensor baru, yang dirancang untuk mendeteksi sleep apnea. Teknologi kesehatan canggih seperti Beddr dapat merevolusi tidur dengan cara seperti Apple Watch dan FitBit telah merevolusi olahraga dan pemantauan kesehatan.

Aplikasi ini menilai tidur pada malam hari, menawarkan pelatihan dan dukungan yang dipersonalisasi, dan membantu pengguna menemukan posisi tidur terbaik mereka. Aplikasi ini dapat menginformasikan pilihan gaya hidup seperti stres, alkohol, dan obat-obatan, dan memungkinkan pengguna untuk melihat informasi tentang kesehatan jantung mereka, memberikan analitik prediktif untuk mengoptimalkan tidurmu.
Dengan bantuan produk baru ini, pengguna dapat terbangun dengan segar dan penuh semangat setiap harinya, dan diberi tahu tentang masalah seperti sleep apnea yang bahkan mungkin tidak mereka ketahui sebelumnya.

4. Lengan Robot


Teknologi kesehatan canggih lainnya yang mungkin belum kamu ketahui adalah lengan robot. Akhir tahun lalu, seorang pria di Florida menjadi yang pertama di dunia yang mendapatkan lengan yang dapat dikendalikan oleh pikiran. Tidak diragukan lagi teknologi canggih ini akan mengubah kehidupan banyak orang. Lengan robot ini sungguh luar biasa karena dapat bergerak secara alami, dimana ini merupakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya yang merevolusi prosthetics.

Ada beberapa kelemahan dari teknologi ini. Tidak hanya harganya sangat mahal, tetapi masih dalam masa pertumbuhan dan efek jangka panjang dari penggunaan teknologi ini tidak diketahui. Misalnya, Jonny tidak bisa membasahi lengannya, dan ia tidak diizinkan mengemudi saat memakainya, tetapi manfaatnya lebih besar daripada ketidaknyamanan kecil ini.
5. Alexa Sang Perawat Pasien
Alexa kini telah menjadi salah satu asisten paling canggih di dunia hanya dalam beberapa tahun, dan kini para peneliti menggunakan teknologi kesehatan canggih ini untuk membantu pasien tetap patuh. Ambrosia Systems telah meluncurkan keterampilan Alexa baru yang dirancang untuk membantu penderita diabetes mendapatkan akses ke pembacaan kadar glukosa mereka dalam sekejap.

Dengan lebih banyak inovasi dan lisensi yang tepat, Amazon bisa menjadi pemain kunci di pasar perawatan kesehatan, menggunakan Alexa dan IP lainnya untuk memberikan layanan kesehatan kecerdasan buatan dan akses profesional medis. Perusahaan ini telah mencoba-coba membuka divisi perawatan kesehatan, setelah setuju untuk memperoleh PillPack, sebuah bisnis farmasi online yang dilisensikan untuk memberikan obat kepada pasien di seluruh AS.
Tidak dapat terbantahkan lagi, bahwa kini teknologi baru telah memberikan manfaat yang begitu besar di bidang perawatan kesehatan. Inovasi layanan kesehatan memasuki pasar pada tingkat yang belum pernah di capai sebelumnya, dan pada tahun-tahun mendatang tentu semakin besar pula manfaat yang bisa di raih dari berbagai teknologi kesehatan canggih lainnya juga.

Dampak Perkembangan Teknologi di Bidang Kesehatan


Perkembangan teknologi saat ini berkembang semakin pesat apalagi pada era revolusi industri 4.0 ini. Berbagai produk teknologi dalam berbagai bidang pun banyak bermunculan dan semakin memudahkan kita untuk melakukan berbagai macam pekerjaan. Dalam bidang komunikasi misalnya, kita semakin mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia.

Dampak Positif Teknologi dalam Bidang Kesehatan

Munculnya berbagai alat yang canggih untuk menunjang kesehatan seseorang menjadi bukti dampak positif teknologi dalam bidang kesehatan. Berikut ini merupakan dampak positif teknologi dalam bidang kesehatan.
  • Banyak ditemukannya berbagai alat untuk menggantikan organ tubuh yang telah rusak. misalnya untuk seseorang yang mengalami kebutaan, saat ini dapat dilakukan proses transplantasi mata. Seseorang yang buta dapat disembuhkan dengan donor mata dari orang lain. begitu pula pada orang tubuh lain seperti ginjal dan jantung. 
  • Di internet maupun dalam tayangan video lain, Anda sering melihat proses operasi plastik. Operasi plastik ini juga merupakan salah satu bentuk produk perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan. Seseorang yang ingin tampil berbeda dari wajah aslinya dapat melakukan operasi plastik ini. Operasi plastik ini juga dapat dilakukan untuk menutupi luka akibat kecelakaan yang menimpa seseorang. 
  • Banyak muncul aplikasi untuk mengatur gaya hidup sehat. Misalnya aplikasi olahraga, aplikasi pengatur pola makan, dan lain sebagainya. Aplikasi ini dapat didownload secara gratis melalui app store yang ada pada ponsel. 
  • Munculnya berbagai alat untuk mengolah sampah, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih karena sampah berhasil diolah dengan baik. Kelangsungan hidup manusia pun menjadi tidak terganggu oleh sampah. 

Dampak Negatif Teknologi dalam Bidang Kesehatan

Selain dampak positif, perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan juga memunculkan dampak negatif. Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif yang muncul akibat perkembangan teknologi dalam bidang kesehatan.
  • Radiasi yang ditimbulkan oleh berbagai produk teknologi dapat memunculkan berbagai penyakit baru. Salah satunya adalah penyakit kanker. Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Selain itu, penyembuhan kanker juga menggunakan zat radioaktif yang timbul dari berbagai alat kesehatan. Hal ini juga dapat memicu munculnya penyakit baru. 
  • Radiasi yang ditimbulkan oleh cahaya handphone atau pun komputer juga dapat merusak penglihatan. Oleh sebab itu, kita juga hendaknya hati-hati dalam menggunakan alat-alat tersebut. Jangan terlalu dekat ketika menggunakannya. Berilah jarak sekitar 30 cm dari mata Anda. 
  • Banyak beredar informasi tentang kesehatan yang tidak benar di internet juga perlu menjadi waspada tersendiri. 
 
 

Perkembangan Teknologi di Bidang Pendidikan

Kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan mengubah dinamika pendidikan. Terutama hubungan antara guru dan siswa. Mulai dari proses belajar, metodelogi, hingga personalisasi program pembelajaran. Jika kamu perhatikan, sekolah mengalami perubahan demi perubahan yang makin menuju arah modernitas. Kalau dulu kita masih sering menjumpai papan tulis dan kapur, kini benda tersebut sudah berganti menjadi white board dan spidol. Tak hanya itu, sekarang sudah banyak dijumpai komputer-komputer di perpustakaan atau bahkan ruang-ruang kelas. Nah, berikut adalah deretan hal-hal super canggih yang mungkin bisa kita lihat di sudut-sudut sekolah di masa depan. 

1.  Digitally Personalized Desks


Tidak hanya terinspirasi oleh desain si ponsel pintar, tapi meja ini juga bisa disematkan fungsi yang sama. Nantinya meja-meja ini bisa digunakan para murid untuk mengakses berbagai literatur online ketika pelajaran tengah berlangsung, atau bahkan berkomunikasi dengan murid-murid di belahan Bumi lain untuk saling berdiskusi. Board besar seperti ini memang sudah ada, dan sepertinya hanya tinggal tunggu waktu untuk diimplementasikan.

2. Robot Teacher

Percaya atau tidak, kita sudah memasuki era dimana robot-robot telah menggantikan peran para guru. Jepang dan Korea Selatan adalah pionir untuk hal ini. Mereka sudah menempatkan robot-robot di ruang kelas untuk mengajarkan ilmu kepada para peserta didik. Manfaat dari robot teacher ini sendiri cukup banyak. Misalnya saja mereka bisa dibuat secara massal untuk kemudian dikirim ke negara-negara yang kekurangan tenaga pengajar. Robot juga bisa diolah sedemikian rupa sehingga kemampuan mereka tidak akan terbatas. Serta yang paling penting adalah mereka selalu bisa di-upgrade, terutama pada bagian sumber keilmuan mereka.
Pemanfaatan teknologi robotik di sekolah tidak hanya benar-benar menempatkan sesosok robot di sana, tapi juga bisa digunakan sebagai media pengajaran. Seperti percobaan yang dilakukan para guru di sebuah sekolah di Ohio. Mereka menggunakan robot untuk menggantikan fungsi guru secara fisik, jadi pergerakan robot di kelas dikontrol penuh oleh si guru dari jarak jauh. Hal ini memungkinkan guru untuk selalu bisa mengajar dimana pun berada.

3. Cognitive Hardrive

Membenamkan sebuah hardrive ke dalam otak mungkin cuma ada di film-film sains. Meskipun demikian, bukan berarti hal tersebut sama sekali mustahil untuk dilakukan. Para ilmuwan sendiri saat ini masih terus mengupayakan agar hal keren ini bisa direalisasikan.Nantinya pengetahuan bukan hanya bisa didapat dari membaca saja, tapi lewat transfer data ke dalam hardrive yang akan langsung di baca otak. Teknologi ini berguna bagi guru agar selalu bisa meng-update sumber bahan ajar untuk kemudian disampaikan ke murid.

4. Haptic Technology


Menyentuh adalah bagian dari metode pembelajaran yang paling efektif bagi murid. Namun hal ini terbatas obyek-obyek tertentu saja yang tentunya tidak membahayakan para peserta didik. Nah, batasan ini kemudian memunculkan wacana untuk memasukkan Haptic Technology dalam ranah pendidikan.
Lewat teknologi ini para murid pun bisa mengeksplorasi apa pun lewat sentuhan tapi virtual. Haptic Technology bisa membuat si user merasakan pengalaman seperti memegang benda aslinya, lantaran juga dibekali sensor gerakan dan juga getaran. Tidak akan ada lagi kelas-kelas biologi mengerikan saat para murid harus membedah hewan-hewan praktik. Cukup gunakan teknologi ini, mereka sudah mendapatkan pengajaran yang sama.

5. Virtual Reality Googles


Dunia gaming makin berkembang dengan adanya Oculust Rift dan juga Samsung Gear VR. Dua gadget canggih berbentuk kacamata teropong ini mampu menyajikan grafis yang benar-benar nyata, sehingga pengalaman gaming pun makin terasa. Jika teknologi ini bisa dipakai untuk gaming yang demikian kompleks, kenapa tidak untuk hal-hal yang berbau edukatif ? Berbekal peralatan kacamata virtual ini, para murid akan benar-benar merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Tidak hanya pasif dengan menonton, mereka juga bisa terlibat secara langsung dalam simulasi-simulasi yang disematkan ke alat canggih ini. Metode pembelajaran yang lebih mendepankan visual seperti ini akan lebih bisa diserap para murid.

Berbekal semua peralatan canggih di atas, sudah menjadi barang pasti jika murid-murid masa depan bakal pintar luar biasa. Jika anak-anak sekarang di umur 5-6 tahun baru belajar membaca dan menghitung, mungkin saja anak-anak masa depan di umur yang sama sudah bisa memprogram robot atau bahkan sudah bisa meretas suatu sistem. Teknologi memungkinkan apa pun terjadi. 
 

 


Sophia, Robot Berbasis Kecerdasan Buatan